Lokakarya Pengembangan Pembelajaran Kolaboratif dan Partisipatif Mengawali Agenda Perdana Hibah PKKM HI 2024

Sebagai upaya menguatkan agenda Merdeka Belajar Kampus Merdeka, pendidikan yang kolaboratif dan partisipatif sangat diperlukan. MBKM disiapkan agar dapat mendorong mahasiswa dapat memiliki jiwa yang kreatif, inovatif dan responsif terhadap era yang berubah dengan masif. Dengan semangat MBKM tersebut, maka Program Studi Ilmu Hubungan Internasional menyelenggarakan “Lokakarya Pengembangan Pembelajaran Kolaboratif dan Partisipatif”.

Lokakarya ini merupakan agenda pertama dari rangkaian kegiatan hibah Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM) Program Studi Ilmu Hubungan Internasional tahun 2024. Pada kompetisi hibah ini, Prodi HI UNISRI berhasil mendapatkan dana dari Ristekdikti sebesar 1,36 M. Untuk mencapai berbagai indikator kinerja utama dalam pendidikan tinggi.

Agenda Lokakarya perdana ini dilangsungkan di Solo Paragon Hotel and Residences pada Selasa, 11 Juni 2024. Lokakarya ini menyasar pada capaian utama berupa pengembangan kualitas kurikulum dan pembelajaran. Diketahui ada tiga fokusan capaian dalam hibah PKKM Prodi HI yaitu (1) pengembangan kualitas lulusan (2) pengembangan kualitas dosen dan (3) pengembangan kualitas kurikulum dan pembelajaran.

Oleh karena itu, sebagai upaya dalam mengembangkan kualitas kurikulum dan pembelajaran digagaslah sebuah lokakarya yang berfokus pada pembelajaran yang kolaboratif dan partisipatif dengan mengundang para pakar. Dua orang pakar yang diundang adalah Dr. Laili Etika Rahmawati, M.Pd dan Ir. Munajat Tri Nugroho, Ph.D dari Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Lokakarya ini dibuat dalam diskusi interaktif dua sesi yang diikuti oleh para peserta yang merupakan Dosen Tetap Program Studi (DTPS) Ilmu Hubungan Internasional, perwakilan DTPS Ilmu Komunikasi, perwakilan DTPS Ilmu Administrasi Negara, Perwakilan Asosiasi Ilmu Hubungan Internasional Indonesia (AIHII), dan dua orang Tenaga Ahli yang mengajar di Prodi Ilmu Hubungan Internasional.

 Sesi pertama lokakarya diisi oleh Dr. Laili dengan fokus materi tentang pengembangan kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE). OBE adalah bentuk luaran penting dalam kegiatan MBKM yang berbasis pembelajaran kolaboratif dan partisipatif. Dengan berpijak pada OBE, diharapkan para dosen mampu meningkatkan kualitas Rencana Pembelajaran Semester (RPS) yang digodok oleh para dosen.

Adapun sesi kedua lokakarya dipaparkan oleh Ir. Munajat Ph.D dengan materi yang berfokus pada ragam metode dan cara mengimplementasikan pembelajaran kolaboratif dan partisipatif. Materi ini diharapkan mampu meningkatkan variasi metode pembelajaran yang main actor nya adalah mahasiswa sehingga mahasiswa punya kualitas secara keilmuan dan keterampilan pasca studi.

Kualitas dalam keilmuan dan keterampilan yang dimiliki mahasiswa juga mejadi salah satu fokus penting pada capaian PKKM Prodi Ilmu Hubungan Internasional yaitu pada indikator kinerja utama berupa pengembangan kualitas lulusan. Selain menjadi agenda penting hibah PKKM, kualitas lulusan di Prodi Ilmu Hubungan Internasional juga senantiasa diperhatikan karena dinilai sangat penting dalam memengaruhi pencapaian dari kinerja program studi itu sendiri.

Selanjutnya, Tim PKKM Prodi Ilmu Hubungan Internasional masih akan menggelar banyak kegiatan dalam rangka menyelesaikan tanggung jawab pada agenda hibah PKKM. Pada aktivitas pengembangan kurikulum, tim akan kembali menyelenggarakan dua lokakarya dan satu focus groub discussion pada bulan Juni dan bulan Juli 2024. Selain itu, masih ada banyak agenda lain yang berkaitan dengan aktivitas mahasiswa berupa implementasi MBKM, serta aktivitas pengembangan kompetensi dosen dan pengadaan fasilitas pembelajaran.

© Hubungan Internasional UNISRI