World Water Forum 2024 di Bali: Administrasi Publik Skala Dunia

Penulis: Dr. Purbayakti Kusuma Wijayanto, S.Sos., M.Si.

Bali sedang menjadi tuan rumah World Water Forum (WWF), sebuah acara global yang berfokus pada isu-isu air dan sanitasi. Forum ini akan menjadi platform bagi berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, organisasi non-pemerintah, akademisi, dan sektor swasta, untuk berdiskusi, berbagi pengetahuan, dan mengembangkan solusi inovatif dalam mengelola sumber daya air. Penyelenggaraan WWF 2024 di Bali merupakan contoh konkret dari administrasi publik skala dunia, yang menunjukkan kolaborasi internasional dan komitmen terhadap pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan.

Tujuan World Water Forum

WWF bertujuan untuk mengatasi tantangan global terkait air melalui beberapa tujuan utama:

  1. Mendorong kebijakan yang mendukung pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan.
  2. Meningkatkan kerjasama antar negara dan organisasi internasional dalam mengelola dan melindungi sumber daya air.
  3. Memperkenalkan teknologi baru dan inovatif untuk pengelolaan air yang lebih efisien dan efektif.
  4. Meningkatkan kesadaran dan edukasi publik tentang pentingnya pengelolaan air yang berkelanjutan.

Bali sebagai Tuan Rumah

Bali, dengan keindahan alamnya yang terkenal dan infrastruktur pariwisata yang maju, menawarkan lokasi yang ideal untuk WWF 2024. Namun, di balik pesonanya, Bali juga menghadapi tantangan signifikan terkait sumber daya air, seperti kekurangan air bersih dan polusi sungai. Dengan menjadi tuan rumah WWF, Bali berkesempatan untuk menunjukkan upaya dan komitmennya dalam mengatasi isu-isu ini sambil mempromosikan praktik terbaik yang dapat diterapkan di wilayah lain.

Administrasi Publik dan Kolaborasi Global

Penyelenggaraan WWF 2024 di Bali adalah contoh administrasi publik yang melibatkan berbagai tingkat pemerintahan dan organisasi internasional. Beberapa aspek penting dari administrasi publik dalam konteks ini meliputi:

1.Koordinasi Antar Pemerintah

Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, bekerja sama dengan pemerintah daerah Bali dan organisasi internasional seperti World Water Council untuk memastikan acara berjalan lancar.

2.Partisipasi Publik

Melibatkan masyarakat lokal dalam perencanaan dan pelaksanaan acara, termasuk edukasi tentang pentingnya konservasi air dan pelestarian lingkungan.

3.Kolaborasi Multilateral

Menggandeng berbagai negara dan lembaga internasional untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman dalam pengelolaan air.

4.Regulasi dan Kebijakan

Menyusun dan menerapkan kebijakan yang mendukung tujuan WWF, termasuk perlindungan lingkungan dan pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan.

Dampak Positif

Penyelenggaraan WWF 2024 di Bali diharapkan dapat memberikan berbagai dampak positif, antara lain:

1.Peningkatan Infrastruktur: Peningkatan infrastruktur air dan sanitasi di Bali, yang akan memberikan manfaat jangka panjang bagi penduduk setempat.
2.Kesadaran dan Pendidikan: Meningkatkan kesadaran masyarakat lokal dan global tentang pentingnya pengelolaan air yang berkelanjutan.
3.Penguatan Kerjasama: Memperkuat kerjasama internasional dalam mengatasi tantangan air global, termasuk perubahan iklim, kekeringan, dan banjir.

Penutup

World Water Forum 2024 di Bali adalah bukti nyata dari administrasi publik skala dunia yang efektif. Melalui kerja sama yang kuat antara pemerintah, organisasi internasional, dan masyarakat, WWF 2024 akan menjadi tonggak penting dalam upaya global untuk mengelola dan melindungi sumber daya air. Bali, sebagai tuan rumah, tidak hanya akan mendapatkan manfaat langsung dari peningkatan infrastruktur dan kesadaran, tetapi juga akan memainkan peran kunci dalam memimpin diskusi global tentang masa depan air di dunia.

© Ilmu Administrasi Negara Internasional UNISRI