Masa libur semester genap yang biasanya berlangsung selama dua hingga tiga bulan sering kali hanya dianggap sebagai waktu untuk pulang kampung atau bersantai. Namun, tren di kalangan mahasiswa masa kini mulai bergeser. Liburan kini dipandang sebagai momentum krusial untuk melakukan upskilling di luar kurikulum formal kampus. Bagi mahasiswa, jeda semester genap adalah waktu yang paling tepat untuk mengeksplorasi minat profesional tanpa beban tugas kuliah.
Memaksimalkan “Golden Time” dengan Kegiatan Strategis
Berdasarkan pengamatan di berbagai perguruan tinggi, terdapat beberapa tren positif yang dilakukan mahasiswa untuk mengisi waktu luang mereka agar tetap kompetitif:
- Magang Mandiri (Internship): Banyak mahasiswa memanfaatkan waktu dua bulan untuk mencicipi dunia kerja nyata. Meski singkat, pengalaman ini memberikan poin plus pada Curriculum Vitae (CV) mereka nantinya.
- Mengambil Sertifikasi Profesional: Mengikuti kursus daring (online course) seperti analisis data, digital marketing, atau bahasa asing. Sertifikat ini sering kali menjadi pembeda saat mereka lulus nanti.
- Proyek Pengabdian Masyarakat: Mengikuti program relawan atau pemberdayaan desa secara mandiri untuk mengasah empati dan kemampuan organisasi (soft skills)
Pentingnya Menjaga Keseimbangan
Meski produktivitas itu penting, para ahli pendidikan mengingatkan agar mahasiswa tidak terjebak dalam hustle culture. Liburan tetaplah waktu untuk memulihkan kesehatan mental agar terhindar dari burnout akademik di semester baru.

